BM _ Ciseeng — Sorotan publik mengarah ke Desa Cibeutengmuara, Kecamatan Ciseeng, Kab. Bogor. menyusul mencuatnya dugaan ketidaksesuaian dalam pengelolaan Dana Desa Tahun Anggaran 2023 hingga 2025. Minimnya transparansi serta sulitnya menemui Kepala Desa semakin memperkuat tanda tanya di tengah masyarakat.Tim media berupaya melakukan konfirmasi Pada 23 April 2026 , telah beberapa kali mendatangi kantor desa. Namun, Kepala Desa tidak pernah berhasil ditemui. Berdasarkan keterangan staf desa, yang bersangkutan disebut jarang masuk kantor.
Kondisi ini dinilai tidak sejalan dengan kewajiban kepala desa sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, yang menegaskan pentingnya kehadiran dan pelayanan aktif kepada masyarakat.Upaya konfirmasi juga dilakukan ke kediaman Kepala Desa, namun hasilnya sama. Meski kendaraan terlihat terparkir, yang bersangkutan tidak berhasil ditemui. Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait.
Di sisi lain, perhatian juga tertuju pada pengelolaan anggaran, khususnya sektor ketahanan pangan dan pembangunan infrastruktur.Pada Tahun Anggaran 2023, program ketahanan pangan meliputi:Pengelolaan ternak domba (2 tahap): Rp 331.140.000
Ternak ikan: Rp 28.930.000
Ternak ayam kampung: Rp 16.813.600
Namun berdasarkan keterangan narasumber yang enggan disebutkan identitasnya, keberadaan ternak domba tersebut kini tidak lagi jelas.“Yang tahun 2023 sudah tidak ada, entah ke mana. Yang 2024 ada sebagian, tapi jumlahnya sekarang jauh berkurang,” ungkap narasumber.Memasuki Tahun Anggaran 2024, program ternak domba kembali dianggarkan dengan total Rp 776.027.200 dalam dua tahap. Program ini semestinya menjadi pendorong ekonomi warga. Namun di lapangan, muncul dugaan program tidak berjalan optimal serta adanya ketidaksesuaian antara laporan dengan kondisi riil. Indikasi dugaan manipulasi laporan dan dokumentasi pun mencuat, meski masih memerlukan pembuktian melalui audit resmi.
Selain itu, proyek pembangunan infrastruktur jalan beton turut menjadi perhatian. Berikut rincian perhitungan kubikasi dan estimasi anggaran:
1. Proyek Jalan Beton Kampung Cimeong (RT 002 RW 002)Spesifikasi:Panjang: 600 meter Lebar: 2,5 meter Tinggi: 0,10 meterPerhitungan volume (kubikasi):Volume = Panjang × Lebar × TinggiVolume = 600 × 2,5 × 0,10Volume = 150 meter kubik (m³)Estimasi biaya:Harga beton per m³ (asumsi): Rp 1.300.000 Total estimasi = 150 × Rp 1.300.000= Rp 195.000.000 – Anggaran pada papan proyek: Rp 265.905.000 Selisih: Rp 265.905.000 – Rp 195.000.000= Rp 70.905.000
2. Proyek Jalan Beton Kampung Pabuaran (RT 004 RW 005) Spesifikasi: Volume Panjang: 251 meter Lebar: 2,5 meter Tinggi: 0,10 meter – Perhitungan volume (kubikasi):Volume = 251 × 2,5 × 0,10 Volume = 62,75 meter kubik (m³) Estimasi biaya: 62,75 × Rp 1.300.000= Rp 81.575.000 Anggaran pada papan proyek:Rp 112.762.000Selisih: Rp 112.762.000 – Rp 81.575.000= Rp 31.187.000 – Perbedaan antara estimasi kebutuhan dan anggaran yang tercantum tersebut memunculkan perhatian masyarakat.
Namun demikian, perhitungan ini masih menggunakan asumsi harga rata-rata. Faktor teknis seperti kualitas material, kondisi lokasi, biaya mobilisasi, hingga komponen pendukung lainnya dapat memengaruhi total anggaran secara keseluruhan.Sejumlah warga mengaku tidak memperoleh informasi yang memadai terkait pelaksanaan program, baik dari sisi distribusi bantuan, jumlah ternak, maupun dampak yang dirasakan. Minimnya keterbukaan informasi ini dinilai semakin memperkuat urgensi dilakukan audit menyeluruh.Rangkaian temuan ini memunculkan pertanyaan penting: apakah pengelolaan Dana Desa telah berjalan sesuai dengan perencanaan dan ketentuan yang berlaku?Tim media menyatakan akan terus menelusuri persoalan ini dan mendorong pihak Inspektorat Kabupaten Bogor, aparat pengawas internal pemerintah, serta penegak hukum untuk melakukan pemeriksaan secara objektif dan transparan.Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Desa Cibeutengmuara belum memberikan klarifikasi resmi. Media tetap membuka ruang hak jawab sesuai ketentuan Undang-Undang Pers demi menjaga keberimbangan informasi.
(Rusmana)








