Babakan Madang – Pedagang nasi di Bojong Koneng mengeluhkan adanya sikap lepas pertanggung jawaban materil berupa hutang (berbentuk uang bon makan-red) dari sebagian pekerja proyek plat merah yang telah selesai mengerjakan kegiatan pekerjaan.
Akang yang bersama isteri menggantungkan hidupnya dari usaha jual nasi rames (pedagang-red), merasa kebingungan dan shok dengan ditinggalnya begitu saja sejumlah hitungan hutang makan dari para pekerja proyek pengaspalan pada jalan Bojong Koneng-Tapos, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.
“Itu pekerja proyeknya bapak tau tidak ya orang mana pak. Hutang makan selama kerja banyak yang belum dibayarkan pak. Ini kami kebingungan pak karena sudah tidak ada lagi modal untuk bisa dipuuterin buat belanja pak. Tolong bantu pak kalau tau atau kenal bisa dibilangin untuk dilunasi,” ujar Akang kepada tim media saat ditemui pada Senin (9/2/26).
Tidak mengharap lebih, dan masih menjaga rasa menghormati eks pelanggan-pelanggannya dengan tidak spesifik menyebutkan nilai hutang, pedagang nasi yang juga merupakan penduduk setempat itu hanya mengharapkan total hutang makan di warungnya dapat segera dibayarkan untuk bisa kembali memutar roda usahanya tersebut.
Melihat kondisi yang cukup memprihatinkan tersebut, tim media coba membantu mencaritau penanggungjawab kegiatan proyek jalan dari Dinas PUPR Kabupaten tersebut. Ketika ditelusuri, para pekerja yang mengerjakan proyek diketahui dibawah naungan PT. PCM selaku kontraktor dari proyek APBD dengan nilai 1 Miliar.
Hingga berita ini dimuat, media ini masih mencoba menelusuri lebih lanjut pengusaha (kontraktor) dari PT Putera Cendekia Mandiri (PCM) untuk bisa menginformasikan adanya keluhan pedagang nasi yang diduga belum dibayarkan oleh sebagian dari pekerjanya. (Nyok)








