BM _ Cariu — Pemerintah Desa Kutamekar, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, menjadi sorotan setelah tim pemeriksaan khusus (Riksus) Inspektorat Daerah Kabupaten Bogor melakukan audit terhadap penggunaan anggaran desa.
Pemeriksaan yang dilakukan di kantor desa itu disebut menemukan sejumlah indikasi ketidaksesuaian administrasi dan penggunaan anggaran.Berdasarkan informasi yang dihimpun, hasil audit tersebut dikabarkan mengharuskan pihak Desa Kutamekar mengembalikan kerugian negara dengan nilai mencapai kurang lebih Rp1,5 miliar.
Namun demikian, informasi tersebut masih memerlukan konfirmasi resmi berdasarkan hasil audit final, rekomendasi, atau keterangan dari pihak berwenang. Temuan tersebut memicu perhatian publik terkait pengelolaan Dana Desa dan anggaran lain yang bersumber dari keuangan negara.
Ketua Umum LPI TIPIKOR Indonesia mengapresiasi langkah cepat Inspektorat Daerah Kabupaten Bogor yang dinilai responsif melakukan audit langsung terhadap dugaan persoalan pengelolaan anggaran di lingkungan pemerintahan desa.Namun, pihaknya menegaskan bahwa pengembalian keuangan negara, apabila benar terdapat rekomendasi demikian, tidak serta-merta menutup proses pemeriksaan apabila ditemukan dugaan unsur pelanggaran hukum, seperti manipulasi laporan, dugaan mark-up anggaran, kegiatan yang diduga tidak sesuai realisasi, maupun penyalahgunaan kewenangan. Penilaian terhadap ada atau tidaknya unsur pidana tetap menjadi kewenangan aparat penegak hukum berdasarkan alat bukti dan hasil penyelidikan.
LPI TIPIKOR Indonesia juga meminta aparat penegak hukum, baik kepolisian maupun kejaksaan, melakukan pendalaman lebih lanjut guna memastikan ada atau tidaknya unsur pidana korupsi berdasarkan hasil audit dan fakta hukum yang ditemukan.
Masyarakat kini menunggu langkah lanjutan dari Inspektorat Daerah Kabupaten Bogor maupun aparat penegak hukum terkait perkembangan hasil audit tersebut. Transparansi pemeriksaan dan keterbukaan informasi kepada publik dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola keuangan desa di Kabupaten Bogor.
(Red)








