Cileungsi – Komitmen keterbukaan informasi publik di lingkungan Pemerintah Desa Situsari kembali menjadi sorotan setelah Kepala Desa Situsari, Dahlan, diduga melontarkan ucapan bernada sinis saat menerima kedatangan wartawan yang hendak melakukan konfirmasi terkait pemberitaan pelayanan publik. Sikap tersebut memunculkan pertanyaan mengenai bagaimana pejabat publik menyikapi kritik dan fungsi kontrol sosial yang dijalankan media.
Menurut informasi yang diperoleh, alih-alih memberikan penjelasan substantif terkait persoalan pelayanan yang menjadi perhatian masyarakat, Kepala Desa Situsari justru diduga menyinggung pihak-pihak yang sebelumnya mengkritisi atau memberitakan kondisi pelayanan publik. Ucapan tersebut dinilai tidak menjawab substansi persoalan yang menjadi hak masyarakat untuk diketahui.
Sejumlah pihak menilai bahwa apabila pernyataan tersebut benar adanya, maka respons tersebut kurang mencerminkan semangat transparansi yang seharusnya melekat pada setiap penyelenggara pemerintahan. Publik menilai yang perlu dijelaskan bukan siapa yang bertanya atau memberitakan, melainkan bagaimana kualitas pelayanan publik dijalankan dan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Dalam prinsip pemerintahan yang akuntabel, kritik dan konfirmasi dari media merupakan bagian dari mekanisme pengawasan yang sah. Karena itu, setiap pertanyaan yang disampaikan wartawan semestinya dijawab dengan data, klarifikasi, dan keterbukaan, bukan dengan pernyataan yang berpotensi menimbulkan kesan ketidaknyamanan terhadap pengawasan publik.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Situsari belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan pernyataan tersebut. Masyarakat kini menunggu penjelasan yang lebih substansial dari Pemerintah Desa Situsari, karena yang menjadi perhatian utama bukanlah pihak yang mengkritik, melainkan sejauh mana pemerintah desa bersedia terbuka, profesional, dan bertanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
(ER)








